Ukuran Wiremesh Dak Rumah, Pilih M4, M5, M6, atau M8?
Dak rumah yang kuat sangat bergantung pada pemilihan ukuran wiremesh yang tepat, bukan hanya pada kualitas beton.
Saat Anda memilih ukuran wiremesh untuk dak rumah, ada hubungan langsung antara:
- Diameter tulangan
- Ketebalan plat beton
- Rencana beban di atasnya
Sebagai distributor besi baja, kami sering menemui dak yang retak dini karena tulangan kurang sesuai, padahal masalah ini bisa dicegah dengan pemilihan wiremesh yang tepat sejak awal.
Untuk membantu Anda, kami akan membahas rekomendasi ukuran wiremesh M4, M5, M6, dan M8 untuk dak rumah, termasuk kaitannya dengan standar dan kebutuhan struktur bangunan.
Rekomendasi Ukuran Wiremesh Untuk Dak Rumah?
Ukuran wiremesh untuk dak rumah biasanya dinyatakan dengan kode M4, M5, M6, hingga M8, yang mengacu pada diameter batang baja dalam milimeter.
Untuk dak rumah tinggal 1–2 lantai, rentang yang paling umum digunakan di lapangan adalah M4 sampai M8, dengan jarak antar batang tulangan sekitar 15 cm x 15 cm sesuai standar SNI.
1. Wiremesh M4 (4 mm)
Wiremesh M4 memiliki diameter batang sekitar 4 mm dan termasuk kategori tulangan ringan.
Jenis ini biasa digunakan untuk area yang tidak menerima beban berat, misalnya dak non-struktural, kanopi ringan, atau selasar yang hanya dilalui orang.
Untuk dak rumah, M4 dapat dipertimbangkan bila:
- Rumah satu lantai dengan bentang pendek dan tanpa rencana beban berat di atasnya.
- Ketebalan cor beton relatif tipis, sekitar 8–10 cm, dan sudah didukung balok atau plat bondek yang kuat.
Kelebihan M4 yaitu berat per lembar yang lebih ringan, sekitar 15–20 kg, sehingga penanganan dan pemasangan lebih nyaman untuk tukang.
Konsekuensinya, kapasitas menahan momen dan retak lebih rendah dibanding ukuran di atasnya, sehingga penggunaannya harus benar-benar disesuaikan dengan hasil perhitungan struktur.
2. Wiremesh M5 (5 mm)
Wiremesh M5 adalah pilihan menengah antara hemat biaya dan kekuatan, dengan diameter sekitar 5 mm per batang.
Dalam banyak proyek, M5 dipakai untuk tulangan beban ringan hingga sedang, seperti dak rumah tinggal dengan fungsi plafon atap atau lantai servis tanpa beban berat.
Anda bisa mempertimbangkan M5 bila:
- Dak digunakan untuk rumah satu lantai atau lantai atas yang hanya difungsikan sebagai area servis, bukan area kumpul.
- Ketebalan plat beton sekitar 10–12 cm, dengan mutu beton mengikuti standar SNI untuk konstruksi bangunan.
Dari sisi harga, M5 biasanya berada di tengah, lebih mahal dari M4 namun masih di bawah M6 dan M8, dengan kisaran ratusan ribu rupiah per lembar tergantung merek dan berat aktual.
Ukuran ini cocok untuk Anda yang ingin menjaga mutu dak, namun tetap mempertimbangkan efisiensi anggaran material.
3. Wiremesh M6 (6 mm)
Wiremesh M6 menjadi salah satu ukuran yang paling sering disarankan untuk dak rumah tinggal karena diameter 6 mm memberikan kapasitas tulangan yang jauh lebih baik.
Ukuran ini umum digunakan untuk plat lantai rumah satu lantai dengan bentang sedang, maupun dak atap yang berfungsi menahan beban atap dan aktivitas penghuni.
M6 biasanya direkomendasikan bila:
- Ketebalan dak sekitar 10–12 cm dan struktur dirancang sebagai dak struktural, bukan sekadar penutup.
- Ada kemungkinan penempatan unit AC, pipa, atau instalasi lain di atas dak, meski tanpa beban sangat berat.
Secara berat, M6 bisa mencapai sekitar 34–35 kg per lembar standar 2,1 m x 5,4 m, sehingga kapasitas menahan retak dan beban beton jauh lebih baik.
Harga per lembarnya pun naik sebanding dengan berat, biasanya berada di kisaran menengah atas bila dibandingkan dengan M4 dan M5.
4. Wiremesh M8 (8 mm)
Wiremesh M8 termasuk kategori tulangan kuat dengan diameter batang sekitar 8 mm dan berat di atas 60 kg per lembar standar.
Ukuran wiremesh M8 umum digunakan pada:
- Dak rumah dua lantai
- Area rooftop yang difungsikan sebagai tempat berkumpul
- Dak yang menanggung beban tandon air dan peralatan berat lain
Anda sebaiknya mempertimbangkan M8 bila:
- Dak memiliki ketebalan 12–15 cm atau lebih, dengan bentang cukup lebar antara balok.
- Ada rencana menempatkan toren, panel surya, atau beban tambahan lain di atas dak.
Dibandingkan M6, M8 memberikan margin keamanan lebih besar terhadap retak dan lendutan, selama mutu beton dan dimensi balok penopang juga memenuhi standar.
Faktor Penting dalam Pemilihan Wiremesh
Beberapa faktor utama yang perlu Anda tinjau adalah:
- Jenis konstruksi
- Rencana beban
- Tebal plat beton
- Spesifikasi teknis sesuai standar
Dengan menggabungkan faktor-faktor ini, proses konsultasi teknis, pemesanan, hingga pengiriman material akan lebih terarah dan mengurangi resiko pemborosan.
1. Jenis konstruksi
Jenis konstruksi rumah akan sangat mempengaruhi kebutuhan ukuran wiremesh.
- Rumah satu lantai dengan dak kecil tentu berbeda kebutuhannya dengan rumah dua lantai
- Bangunan komersial yang menuntut kapasitas beban lebih besar
Untuk rumah tinggal sederhana:
- M4–M5 dapat digunakan pada area yang benar-benar ringan dan bukan elemen utama struktur.
- M6 sering menjadi titik tengah yang aman untuk dak lantai dan atap fungsional.
Untuk bangunan dengan bentang lebar, gedung bertingkat, atau proyek dengan beban besar, kombinasi balok baja seperti WF, H-Beam, UNP, dan tulangan wiremesh besar seperti M8 atau di atasnya biasanya lebih sesuai.
2. Beban konstruksi
Perlu diketahui beban konstruksi mencakup:
- Berat sendiri beton
- Beban hidup dari aktivitas manusia
- Beban tambahan seperti peralatan dan tandon air
Semakin besar beban yang direncanakan di atas dak, semakin besar pula kebutuhan diameter wiremesh dan kepadatan tulangan.
Beberapa contoh kondisi beban:
- Beban ringan: akses terbatas, tanpa peralatan berat, bisa mempertimbangkan M4–M5.
- Beban sedang: aktivitas penghuni rutin, perletakan unit AC kecil, M6 sering menjadi pilihan utama.
- Beban berat: tandon air, rooftop aktif, fasilitas tambahan, M8 lebih direkomendasikan dengan dukungan balok yang memadai.
Perhitungan beban sebaiknya mengacu pada standar perencanaan struktur beton yang berlaku di Indonesia, sehingga risiko kerusakan jangka panjang dapat dikurangi.
3. Ketebalan cor beton
Ketebalan plat beton dan ukuran wiremesh saling terkait. Dak yang terlalu tipis dengan tulangan kecil lebih rentan retak, terutama bila terkena panas matahari dan perubahan suhu harian.
Sebagai gambaran umum:
- Ketebalan sekitar 8–10 cm: umumnya dikombinasikan dengan M4–M5 untuk area ringan dan bentang pendek.
- Ketebalan 10–12 cm: banyak menggunakan M6 untuk dak rumah tinggal.
- Ketebalan 12–15 cm atau lebih: cenderung dipadukan dengan M8 atau ukuran di atasnya, tergantung perhitungan struktur.
Selain tebal, mutu beton (misalnya K-225, K-250, dan seterusnya) juga harus disesuaikan agar dak mampu bekerja optimal bersama wiremesh.
4. Spesifikasi teknis
Spesifikasi teknis meliputi:
- Standar
- Mutu baja
- Dimensi lembaran
- Jarak antar batang
- Cara pemasangan di lapangan
Wiremesh biasanya memiliki ukuran lembaran 2,1 m x 5,4 m dengan pola kotak 15 cm x 15 cm, sehingga distribusi tulangan lebih merata dibanding tulangan konvensional yang dirangkai satu per satu.
Beberapa poin teknis yang perlu Anda perhatikan:
- Pastikan wiremesh memiliki sertifikat mutu atau informasi spesifikasi yang jelas.
- Gunakan spacer atau alas agar posisi wiremesh berada di tengah ketebalan plat beton, bukan menempel di dasar bekisting.
- Pastikan overlap (sambungan) antar lembar wiremesh mengikuti rekomendasi perencana struktur, biasanya beberapa kotak jaring.
Pada tahap pemesanan, Anda dapat berdiskusi mengenai pemotongan, pengemasan, hingga pengiriman material agar wiremesh tiba di lokasi dalam kondisi baik dan siap dipasang.
Siap Merencanakan Dak Rumah yang Kokoh?
Memilih ukuran wiremesh untuk dak rumah Baja Utama Steel bukan sekedar jenisnya, M4, M5, M6, atau M8, tetapi bagaimana material tersebut bekerja bersama beton, balok, dan elemen struktur lain di bangunan Anda. Karena itu, kami selalu menyarankan agar Anda menyesuaikan pilihan tulangan dengan perhitungan struktur, kebutuhan beban, dan rencana pemakaian ruang di atas dak.











